@KissFmMedan
WHAT'S HOT
Danau Toba Tujuan Wisata Dunia.
Oleh: Achmad Zaky

Masih kuat di ingatan kita pada tahun 2008, Lake Toba bersama Komodo National Park dan Krakatau Volcanic Island masuk ke dalam 77 tempat eksotik yang akan dipilih untuk menjadi 7 keajaiban dunia. Indonesia lalu mulai menjajaki kontes dan perlombaan seperti itu, hal yang juga dilakukan oleh negara-negara lain, tetangga kita; Singapore walaupun tidak mempunyai tempat yang terlalu menarik ikut dengan mengajukan Bukit Timah Nature Reserve, bahkan Malaysia dengan cukup percaya diri mengajukan Pulau Sipadan untuk mewakili Negara mereka. Tentunya masih segar di ingatan bagaimana kemarin pergelaran New 7 Wonder mendapatkan perhatian dan respon yang luar biasa dari seluruh masyarakat Indonesia, sungguh merupakan pencapaian yang membanggakan bila Pulau Komodo yang di ajukan Indonesia terpilih menjadi 7 keajaiban dunia. Dari kontes tersebut kita bisa melihat rasa nasionalisme yang disalurkan melalui voting SMS dan skema pemberian dukungan lainnya, tetapi di sisi lain juga muncul pertanyaan besar di masyarakat, apakah jalan yang di tempuh itu sudah benar? Apakah kita sudah siap dengan pariwisata kita? Apakah kita benar-benar telah membenahi permasalahan pariwisata kita, misalnya terkait infrastruktur? Apakah pariwisata kita memang telah masuk ke tahap mempromosikannya ke luar? Atau jangan-jangan kita hanya sibuk mempromosikannya ke luar tanpa melihat ke dalam, tanpa membenahi dan mempersiapkannya. Ini tentu menjadi pertanyaan bagi tempat wisata manapun yang ingin 'dijual' kepada masyarakat lokal maupun internasional, termasuk juga Danau Toba.

Danau Toba merupakan danau terbesar kedua di dunia, terbesar di Indonesia dan Asia Tenggara. Dari banyak literatur kita dapati bahwa secara ilmiah Danau Toba terbentuk dari letusan supervolcano sekitar 73.000 - 75.000 tahun yang lalu, ledakan yang mengakibatkan debu vulkanik menyebar ke separuh bagian dunia, letusan yang terjadi selama seminggu itu menyebabkan kematian massal pada banyak spesies, juga mengakibatkan jumlah populasi manusia berkurang sampai 60% yaitu sekitar 60 juta manusia. Di masyarakat sendiri terdapat legenda yang mempercayai cerita kalau dahulu kala ada seorang nelayan yang bernama Toba, suatu hari beliau memancing ikan dimana ikan yang di dapatinya tersebut berubah menjadi seorang wanita cantik, lalu Toba jatuh hati kepada wanita tersebut. Setelah menikah mereka di mempunyai seorang anak yang diberi nama Samosir, singkat cerita Toba melanggar pantangannya untuk tidak mengatakan bahwa anak mereka adalah anak ikan. Suatu ketika Samosir yang dikisahkan sebagai seorang anak yang cenderung nakal membuat marah ayahnya yang sedang bertani dengan menumpahkan makanan yang telah di persiapkan oleh ibunya, Toba dengan emosi menghardik Samosir dengan perkataan “Na botul do ho anak ni dengke. Dang suman pangalohom songan jolma. Lao ho sian on dengke!” lalu sebuah bencana terjadi; sebelum ibunya berubah kembali menjadi ikan, Samosir diminta untuk pergi ke gunung dan menaiki pohon tertinggi yang ada disana, bencana berupa petir dan hujan deras itu mengakibatkan sungai berubah menjadi danau dan gunung juga menjadi pulau di tengah-tengah danau yang saat ini kita sebut Toba dan Samosir. Di Sumatera Utara, Danau Toba merupakan tempat wisata yang sangat terkenal, selain Nias dan Bukit Lawang, yang menjadi andalah untuk menarik wisatawan lokal maupun mancanegara.

Ide dan rencana Pemerintah Provinsi Sumatera Utara untuk mengusulkan Pesta Danau Toba (PDT) menjadi event Pariwisata Nasional dan menjadikan Danau Toba sebagai daerah strategis nasional dan kepariwisataan khusus tentunya akan mendapat dukungan positif dari semua pihak, apalagi kabar akan kebutuhan dan strategi menuju kesana telah di rangkum dan coba di persiapkan oleh Pemerintah Daerah. Tetapi ada baiknya jika Danau Toba mengambil pembelajaran dari tempat-tempat lain yang juga menjadi tempat wisata yang coba terus untuk di angkat dan di kembangkan, pertanyaannya adalah apakah Danau Toba telah dipersiapkan dengan baik untuk selanjutnya di perkenalkan dan di ‘jual’ harus benar-benar sudah terjawab. Ragam kegiatan yang telah secara reguler di laksanakan pada Pesta Danau Toba harus terus di pertahankan dan di kembangkan, terutama yang menghadirkan sisi Seni - Budaya - dan Sejarah, karena hal-hal tersebut merupakan aset kekayaan yang bernilai tinggi selain keindahan Danau Toba itu sendiri.

Keadaan dan hasil yang ideal bagi sebuah tempat pariwisata seperti Danau Toba adalah ramainya turis lokal maupun asing yang bertandang, dan itu semua berbanding lurus dengan kesejahteraan masyarakat maupun alam konservasinya. Danau Toba harus mengambil pelajaran atas apa yang terjadi di Bali, yang dahulu begitu asri kini pantainya di penuhi banyak sampah, dan terkesan sebagai tempat ‘mabuk’ bagi siapa saja. Begitu juga dengan Borobudur yang di nobatkan sebagai warisan budaya dunia sempat di ancam akan dicabut oleh UNESCO karena keadaan Candi tersebut sangat memprihatinkan; tidak terawat dan kotor. Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Daerah diharapkan juga melakukan banyak hal dalam mengangkat dan memperkenalkan potensi wisatanya, mungkin bisa meniru apa yang Provinsi Nangroe Aceh Darusalam (NAD) yang telah menggelar sebuah event yang mengangkat dan memperkenalkan potensi dan cirri khas mereka yaitu seperti pelaksanaan Festival Kopi Aceh, dimana cukup berhasil menarik perhatian untuk tingkat lokal, nasional, maupun global.

Selain hal-hal yang di atas, Danau Toba bisa menerapkan konsep ekowisata yang bertujuan untuk melakukan kegiatan pariwisata yang bertanggung jawab, yang di tujukan untuk konservasi lingkungan sekaligus meningkatkan kesejahteraan penduduk lokal. Jika konsep ekowisata ini bisa di terapkan maka Danau Toba bisa mendapatkan keuntungan berupa konservasi lingkungan dan budaya, juga keuntungan ekonomis bagi komunitas penduduk lokal. Pemerintah, pihak swasta, pengelola, maupun masyarakat diharapkan memahami prinsip-prinsip penerapan ekowisata; mulai dari mengurangi dampak buruk dari pariwisata, membangun pemahaman tentang pentingnya menghargai alam dan budaya, menyajikan pengalaman yang positif dan menyenangkan bagi turis maupun masyarakat setempat, memastikan keuntungan finansial yang bisa langsung dirasakan untuk kepentingan konservasi, dan memberi keuntungan finansial juga pemberdayaan bagi kelompok masyarakat lokal. Danau Toba harus mengadopsi dan menerapkan konsep ekowisata.

Saat ini di bawah Ibu Mari Elka Pangestu, Kementerian Pariwisata di gabungkan dengan Ekonomi Kreatif, dua hal yang saling terkait dan mendukung dimana ada 14 subbidang dari Industri Kreatif yang bisa di kembangkan melalui bidang kepariwisataan, misalnya Pasar Barang Seni – Seni Pertunjukan – Arsitektur - Kerajinan – Fesyen – Musik – Desain – Video, Film dan Fotografi. Danau Toba yang mempunyai kekayaan budaya, sejarah, dan keindahan alam yang luar biasa harus mengambil kesempatan dan menjadi bagian penting dari rencana besar Pemerintah tersebut. Dalam melakukan promosi kedepannya Danau Toba di harapkan mampu menerapkan dengan cerdas, efisien, dan tepat sasaran. Sebuah konsep dan sistem promosi yang terintegrasi, yang mampu menjangkau dunia. Penggunaan social media dan teknologi web berbasis 2.0 akan membuat semua orang bisa dengan mudah mendapatkan dan menyebarkan informasi yang di butuhkan secara cepat dan mobile. Media konvensional maupun online juga harus di dorong untuk memproduksi lebih banyak konten-konten positif, kegiatan citizen jurnalism yang coba di berdayakan oleh komunitas blogger, komunitas budaya, komunitas penyuka traveling, dan komunitas digital lainnya harus di beri ruang yang luas sehingga diharapkan akan tercipta sebuah promosi yang low budget – high impact. Bila itu semua mampu dipersiapkan dan dikerjakan dengan baik, maka mari kita promosikan Danau Toba sebagai tujuan wisata dunia!

Penulis:
Achmad Zaky; aktif di beberapa komunitas, seorang pekerja kreatif di Medan.
Posted by fahmi on Sunday 01 January 2012 - 20:41:26 Read/Post Comment: 1 - Total Views (757)
create pdf of this news item
 
http://twitter.com/kissfmmedan http://www.facebook.com/pages/Medan-Indonesia/KISS-FM-MEDAN/51838229954 http://www.facebook.com/group.php?gid=259041925124 http://www.jobstreet.com